Perkembangan ERP

Sistem ERP mengalami pertumbuhan cepat di tahun 1990-an. Disebabkan masalah tahun 2000 (Y2K problem) dan pengenalan mata uang EURO yang menghancurkan sistem warisan, banyak perusahaan mengambil kesempatan ini guna mengganti sistem lama mereka dengan ERP.

Sistem ERP awalnya difokuskan pada otomasi fungsi meja-belakang (back office) yang tidak langsung mempengaruhi pelanggan dan publik. Fungsi meja-depan (front office) seperti manajemen hubungan pelanggan (customer relationship management, CRM), tawar-menawar langsung dengan pelanggan, atau sistem bisnis elektronik (e-business) seperti perniagaan elektronik (e-commerce), pemerintahan elektronik (e-government), telekom elektronik (e-telecom), dan keuangan elektronik (e-finance)—atau manajemen hubungan penyedia (supplier relationship management, SRM) menyatu kemudian, ketika internet menyederhanakan komunikasi dengan pihak eksternal.

“ERP II” dikenalkan di tahun 2000 dalam suatu artikel oleh Gartner Publication berjudul “ERP Mati, Hidup ERP II” (ERP Is Dead—Long Live ERP II). ERP II menjelaskan perangkat lunak berbasis jaringan yang memberikan akses seketika (real-time) ke sistem ERP bagi karyawan dan rekanan (seperti penyedia dan pelanggan). Peran ERP II meningkatkan optimisasi sumberdaya ERP tradisional dan pemrosesan transaksi. Bukan hanya sekedar mengelola pembelian, penjualan, dsb.—ERP II mendongkrak informasi sumberdaya dibawah pengelolaannya dalam membantu perusahaan berkolaborasi dengan perusahaan lainnya. ERP II lebih luwes dibandingkan generasi pertamanya. Alih-alih membatasi kapabilitas sistem ERP dalam organisasi, ERP II melompati tembok perusahaan untuk berinteraksi dengan sistem lain. Perangkat aplikasi perusahaan (enterprise application suite) adalah nama lain dari sistem itu.

Saat ini pengembang berusaha lebih guna mengintegrasikan perangkat berpindah-pindah (mobile device) dengan sistem ERP. Vendor ERP meningkatkan ERP pada perangkat ini, bersamaan dengan aplikasi bisnis lainnya. Aspek teknis dari ERP modern memperhatikan integrasi–perangkat keras, aplikasi, jaringan, rantai pasok. ERP kini meliputi fungsi dan peran yang lebih–termasuk pengambilan keputusan, hubungan pemangku kepentingan, standarisasi, transparansi, globalisasi, dsb.

Wikipedia contributors. "Enterprise resource planning." Wikipedia, The Free Encyclopedia. Wikipedia, The Free Encyclopedia, 25 Apr. 2016. Web. 27 Apr. 2016

Awal Mula ERP

Gartner Group pertama kali memakai akronim ERP di tahun 1990-an, yang dipandang sebagai peningkatan kapabilitas perencanaan kebutuhan material (material requirements planning, MRP), kemudian menjadi perencanaan sumberdaya manufaktur (manufacturing resource planning, MRP II), seperti halnya manufaktur terintegrasi komputer (computer-integrated manufacturing, CIM). Tanpa mengganti istilah-istilah tersebut, ERP muncul lebih besar mewakili semuanya yang menggambarkan evolusi integrasi aplikasi melampaui manufaktur.

Tidak semua paket ERP dikembangkan dengan dasar manufaktur; vendor ERP yang berlainan mulai merakit paketnya dengan komponen akunting, pemeliharaan, dan sumberdaya manusia. Pada pertengahan tahun 1990-an sistem ERP meliputi semua fungsi penting perusahaan. Pemerintah dan organisi nirlaba juga mulai menggunakannya.

Wikipedia contributors. "Enterprise resource planning." Wikipedia, The Free Encyclopedia. Wikipedia, The Free Encyclopedia, 25 Apr. 2016. Web. 27 Apr. 2016

Tinjauan Umum ERP

Perencanaan sumberdaya perusahaan (Enterprise Resource Planning, ERP) adalah suatu kategori dari perangkat lunak manajemen bisnis—biasanya seperangkat aplikasi terintegrasi—yang mana organisasi dapat menggunakannya untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola dan menerjemahkan data dari berbagai kegiatan bisnis, termasuk:

  • perencanaan produk, pembelian
  • penyediaan barang atau jasa
  • pemasaran dan penjualan
  • manajemen persediaan
  • pengiriman dan pembayaran

ERP menyediakan tinjauan terintegrasi dari proses bisnis inti, biasanya seketika (real-time), menggunakan basisdata yang dikelola oleh sistem manajemen basisdata. Sistem ERP melacak sumber daya bisnis—kas, bahan mentah, kapasitas produksi—dan status komitmen bisnis: pesanan, pembelian, dan penggajian. Aplikasi yang membentuk sistemnya membagi data antara berbagai departemen (manufaktur, pembelian, penjualan, akunting, dll.) yang menyediakan data. ERP memberi fasilitas aliran informasi diantara semua fungsi bisnis, dan mengelola koneksi dengan pihak luar pemangku kepentingan.

Perangkat lunak sistem perusahaan adalah industri bernilai jutaan dolar yang memproduksi komponen untuk menunjang berbagai fungsi bisnis. Investasi IT menjadi bagian terbesar dari pembelanjaan modal dalam bisnis di Amerika Serikat sejak beberapa dekade. Meskipun mulanya sistem ERP difokuskan pada perusahaan besar, perusahaan yang lebih kecil semakin banyak menggunakan sistem ERP .

Sistem ERP dipertimbangkan sebagai alat organisasi vital karena mengintegrasikan sistem organisasional yang bervariasi dan memfasilitasi transaksi dan produksi yang bebas-galat (error-free). Bagaimanapun juga, mengembangkan sistem ERP berbeda dari pengembangan sistem tradisional. Sistem ERP berjalan pada perangkat keras komputer dan konfigurasi jaringan yang beragam, umumnya menggunakan basisdata sebagai gudang informasinya.

Wikipedia contributors. "Enterprise resource planning." Wikipedia, The Free Encyclopedia. Wikipedia, The Free Encyclopedia, 25 Apr. 2016. Web. 27 Apr. 2016